Saudaraku yang dirahmati Allah
Kebanyakan manusia menganggap bahwa nikmat dunia adalah harta
Sebagian lagi seseorang dianggap bahagia jika ia berpendidikan tinggi
Ada juga seseorang itu dikatakan bahagia karena jabatan/kedudukan
Saudaraku..
Ternyata Allah didalam ayat-ayat Alqur'an tidak pernah memuji dunia sekalipun
Ternyata Nabi sholallahu'alayhi wasalam didalam hadits-hadits beliau tidak pernah memuji dunia sekalipun
Saudaraku..
Kebahagiaan itu bukan diukur dengan harta ataupun kekayaan, karena apabila harta yg menjadi ukuran maka seharusnya qorun lebih bahagia dari Nabi Musa Alayhisalam
Kebahagiaan juga bukan diukur status sosial dan jabatan, karena apabila status sosial dan jabatan yang menjadi ukuran maka seharusnya Namrud dan fir'aun lebih bahagia daripada Nabi Ibrohim alayhisalam
Bahkan justru Nabi sholallahu'alayhi wasalam bersabda: dunia dan seisinya ini dilaknat oleh Allah kecuali yang berdzikir kepada Allah dan melaksanakan ketaatan kdpNya
Nabi sholallahu'alayhi wasala bersabda: seandainya dunia ini lebih berharga daripada sayap seekor nyamuk niscaya Allah tidak akan memberikanya kpd orang kafir
Dunia itu penjara buat orang mukmin dan surga buat orang kafir
Barang siapa yang menginginkan dunia dan perhiasannya maka Allah akan berikan namun ia tidak memperoleh apa-apa diakhirat (kecuali api neraka saja)
Saudaraku..
Dunia ini hanyalah jembatan menuju akhirat maka jadikanlah dunia ini sebagai sarana (bukan tujuan)
Terakhir saudaraku..
Jika engkau sekarang ini diberikan kelapangan rizki, kemudahan memperoleh rizki maka itu bukan tanda bahwa Allah mencintaimu.. Mengapa? Karena Allah memberikan dunia ini kepada orang mukmin dan orang kafir juga, namun Allah tidak akan memberikan pemahaman ilmu Agama ini kecuali kepada orang-orang yang Ia Cintai saja..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar